Search

Atasi Nyeri Haid dengan Pengobatan Tradisional dari Sinar Herba Radix

Updated: Aug 24, 2021




Perempuan memiliki kodrat yang akan dialami oleh tubuhnya. Selain melahirkan dan menyusui, setiap bulannya perempuan juga mengalami haid atau menstruasi. Mentruasi ini menjadi penanda bahwa tubuh perempuan akan mengalami perubahan, khususnya dalam sistem reproduksinya. Saat menstruasi datang, banyak perempuan merasakan nyeri tak tertahankan.


Sehingga perempuan harus mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Salah satu caranya, atasi nyeri haid dengan pengobatan tradisional.

Kenapa perempuan harus tahu bagaimana cara mengatasi nyeri haid? Karena masa mentruasi dan rasa nyeri yang muncul diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.


Setiap perempuan memang ingin dimengerti, apalagi ketika sedang PMS (post menstruation syndrom). Tapi, sebelum meminta untuk dimengerti orang lain, perempuan harus bisa memahami tubuh dan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Mentruasi atau haid memang menjadi hal yang lumrah untuk perempuan. Namun, tak jarang menstruasi juga menjadi semacam mimpi buruk yang harus dilalui. Tak sekadar rasa tak nyaman, atau naik turunnya emosi karena perubahan hormon, tapi juga perempuan akan mengalami rasa nyeri yang seringkali tak tertahankan.


Rasa sakit yang diderita tentunya berbeda-beda. Mulai dari level biasa-biasa saja hingga nyeri yang tak tertahankan. Perempuan yang nyeri haidnya tak tertahankan ini untuk duduk pun tak kuasa. Tubuh bisa menggigil, bahkan tak sadarkan diri hingga harus dirawat di klinik atau rumah sakit. Kondisi lemah saat menstruasi ini bisa terjadi karena banyaknya darah yang dikeluarkan. Oleh karena itu, para perempuan dapat mengonsumsi obat tradisional atau obat herbal setiap menstruasi datang.


Redakan Nyeri Haid dengan Obat Herbal Cina

Bagi yang ingin meredakan nyeri haid, sebaiknya pilih obat herbal. Hal ini karena haid berhubungan dengan rahim dan sistem reproduksi, sehingga akan lebih aman apabila mengonsumsi obat herbal. Salah satu jenis obat herbal yang dipercaya sejak para leluhur dulu adalah obat tradisional Cina.


Pengobatan tradisional Cina menjadi salah satu warisan budaya Cina yang sudah berkembang selama ribuan tahun. Dipercaya memberikan khasiat yang ampuh untuk memulihkan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pengobatan tradisional dari Cina ini memiliki efek terapi yang luar biasa. Maka tidaklah heran jika pengobatan tradisional ini dikenal dan menyebar tak hanya di Cina dan Indonesia, namun hingga ke seluruh dunia.


Para leluhur masyarakat Cina telah belajar turun-temurun selama ribuan tahun tentang bagaimana bersahabat dengan alam, termasuk dalam hal pengobatan. Maka, kita pun harus bersyukur karena sekarang kita bisa mengambil manfaat dari warisan pengobatan yang mereka tinggalkan.

Pengobatan tradisional Cina memercayai bahwa proses yang terjadi dalam tubuh harus seimbang dengan lingkungan di sekitarnya. Penyakit yang datang biasanya muncul karena adanya ketidakharmonisan antara lingkungan dengan tubuh. Prinsip pengobatan Cina tersebut mengacu pada filosofis Teori Yin-Yang.


Kepercayaan mengenai sistem Yin (perempuan) dan Yang (lelaki) ditemukan oleh Kaisar Shen Nung. Kaisar Shen Nung dikenal sebagai Bapak Pengobatan Tradisional Cina. Dulu, pengobatan tradisional dengan obat tradisional Cina dilakukan dengan meracik obat dari berbagai macam tanaman herbal. Obat racikan tersebut kemudian diberikan pada pasien untuk diminum atau dioleskan pada bagian tubuh pasien yang terasa sakit. Selain itu, obat-obat herbal Cina juga hanya bisa didapatkan di toko-toko obat Cina saja.


Namun, seiring perkembangan zaman, obat tradisional Cina sekarang bisa didapatkan dengan cara yang lebih mudah. Bahkan, bisa didapatkan di toko online. Pembelian obat dengan cara yang mudah ini tentunya sangat membantu ketika masa-masa pandemi seperti ini, dimana kita diharuskan untuk lebih banyak di rumah saja.


Saat ini produksi obat tradisional Cina memang lebih modern, namun tentu saja tidak meninggalkan ramuan asli dari para leluhur. Pengemasan obat herbal Cina dilakukan secara lebih modern, tentunya bertujuan untuk memudahkan konsumen ketika ingin membeli atau mengonsumsinya. Apalagi produksi obat-obatannya pun higienis dan sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Obat Nyeri Haid dari Sinar Herba Radix

Salah satu produsen obat herbal terpercaya adalah Sinar Herba Radix. Sinar Herba Radix memiliki komitmen untuk terus melakukan inovasi serta mengolah bahan-bahan terbaik dari alam untuk bisa menghadirkan pengobatan tradisional yang lebih praktis bagi masyarakat.

Ada beragam macam obat yang diproduksi oleh Sinar Herba Radix, salah satunya adalah untuk meredakan nyeri haid. Bagi yang sering mengalami nyeri haid setiap bulannya, ada 2 (dua) macam obat yang bisa dipilih, yaitu:


1. Bitong

Bitong merupakan obat herbal dengan ramuan obat tradisional untuk masalah kewanitaan. Bitong bermanfaat untuk meredakan nyeri dan membantu melancarkan haid. Bitong yang diproduksi oleh Sinar Herba Radix ini terbuat dari bahan-bahan alami. Bentuknya kapsul sehingga mudah diminum dan tidak akan terasa pahit. Bitong juga berkhasiat melancarkan peredaran darah serta membantu melancarkan siklus haid. Jadi bagi yang memiliki siklus haid tidak teratur bisa mengonsumsi Bitong secara rutin.


2. Putri Bulan

Selain Bitong, ada juga produk Putri Bulan atau Mei Yue Ling yang juga bermanfaat untuk meredakan nyeri ketika datang bulan.

Bahan-bahan yang digunakan alami, sehingga aman untuk dikonsumsi. Kedua obat ini sudah terdaftar di BPOM sehingga terbukti tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengecek langsung di laman resmi BPOM.


Caranya, klik Cek Produk BPOM, lalu masukkan nama-nama produk Sinar Herba Radix. Maka nanti akan tertera dengan jelas nomor izin BPOM yang dimiliki oleh produk-produk tersebut.


Yuk, mulai hidup seimbang dengan pola hidup sehat. Konsumsi obat herbal ketika terjadi keluhan pada tubuh, karena sistem di tubuh tentunya tahu bahwa yang terbaik bagi keseimbangan di dalamnya adalah bahan-bahan terbaik yang diolah dari alam sekitar.


5 views0 comments